Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Rabu, 05 Oktober 2011

"Terjemahan Kasus: Goodyears End Ratings System Ahead of Discrimination Suit"

Goodyears End Ratings System Ahead of Discrimination Suit

Perusahaan karet dan ban Goodyear meninggalkan sistem penilaian berdasarkan prestasi kerja untuk menggaji karyawannya hanya karena adanya diskriminasi dari para pengacara yang akan merencanakan untuk mendokumentasikan perkara hukumnya. Pihak Goodyear mengatakan bahwasannya hal tersebut akan menjatuhkan sebagian besar programnya termasuk dengan apa yang dinamakan program “10-80-10”, yang mana pada intinya membuat tingkatan gaji karyawan seperti kurva, 10 persen teratas diklasifikasikan A, 80 persen ditengah diklasifikasikan B dan 10 persen terendah diklasifikasikan C. 10 persen yang berada pada bagian bawah tidak memenuhi syarat untuk meningkatkan gaji atau bonus dan memperoleh peringatan bahwa mereka mungkin kehilangan pekerjaannya.

Sistem tersebut mirip dengan yang dikembangkan oleh pimpinan General Electric John F. Welch, Jr. dan sering dibanggakan dalam membantu membangun struktur kerjasama dengan prestasi yang tinggi. Tetapi pihak Goodyear yang telah mengadopsi sistem tersebut dua tahun yang lalu mengalami banyak hambatan. Sistem tersebut secara jelas menimbulkan salah faham dan membingungkan orang, kata Keith Price, juru bicara Goodyear. Ia menyangkal bahwa Akron, Ohio, perusahaan ban telah merubahnya sebagai akibat dari tekanan Undang-undang yang sah, Goodyear belum pernah menghadapi perkara hukum.

Perkara hukum tersebut menegaskan bahwa pekerja yang memperoleh klasifikasi C merupakan hinaan dan noda diantara rekan kerjanya dan managernya. Wewenang hukum dari AARP, pada awalnya dikenal dengan nama perkumpulan para pensiun orang-orang Amerika, bergabung dengan perkara hukum sebagai penasehat pembantunya. Sebagian besar penggugat pada kasus tersebut adalah para pekerja Goodyear yang berumur diatas 50 tahun dan yang memperoleh rangking C. Kasus ini akan mengungkap maksud dari dibuatnya tingkatan prestasi dengan target para pekerja yang sudah tua yang diperlakukan tidak wajar yang dianggap illegal dan tidak diberikan toleransi,” seperti diungkapakan oleh Laurie McCann dari AARP.



Jack McGilvrey, seorang pekerja dengan usia 59 tahun, adalah salah satu nama dalam daftar pengugatan. Ia mengklaim bahwa ia selalu menerima penilaian “pekerja bagus/efektif” pada prestasi kerja formal yang ditinjau pada akhir tahun 1990-an. Pada tahun 2000, ia memperoleh rangking “Efektifitas yang paling tinggi”. Tetapi pada bulan Februari 2001, ia di transfer ke departemen yang baru dan secara singkat kemudian ditempatkan pada rangking C dalam peninjauan prestasi kerjanya. Gugatan ini menegaskan bahwa Mr. McGilvrey tidak pantas menerima penilaian dan menerimanya sebagai bagian dari rencana Goodyear untuk mendiskriminasi terhadap pekerja dengan usia lebih tua. Ia kemudian menolak.

Perkara hukum pada Goodyear mempunyai banyak persamaan dengan Perusahaan Ford Motor. Pada kasus ini juga berhubungan dengan AARP, perusahaan memodifikasi perencanaannya yang bertentangan dengan masalah hukum. Kasus pada Ford dapat secepatnya diselesaikan.

Dalam memodifikasi sistem rangking yang berkenaan dengan pekerjaan kantor, pihak Goodyear mengatakan, hal tersebut akan menggantikan rangking A, B, dan C dengan istilah pengharapan yang lebih, pengharapan yang terpenuhi, dan ketidakpuasan. Tidak ada syarat untuk menentukan rangking dalam mengeset persentase karyawan. Pihak perusahaan juga mengatakan hal tersebut merupakan sebuah langkah training bagi manager, jadi mereka belajar menangani pekerjaan yang lebih baik dalam meninjau prestasi kerja. Goodyear mempunyai 28.000 karyawan di seluruh dunia.


Pertanyaan :
1.      Hal apa yang menyebabkan pro dan kontra pada sistem distribusi seperti yang dipakai perusahaan Goodyear ?
2.      Apakah anda setuju atau tidak dengan gugatan pada perkara hukum? Mengapa?
3.      Terlepas dari maksud untuk perubahan pada sistem penilaian, rekomendasi apa yang akan anda buat untuk perusahaan Goodyear ?


Tidak ada komentar: