Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Jumat, 30 November 2012

”The Boeing Company’s Board of Directors Fires The CEO”


Kasus:

On February 25,2005, Chairman of the board Lewiss Platt learned of a romantic affair between Stonecipher and a female executive. A company employee had notified not only Platt, but also the company’s legal and ethics executives. Sources in the company described the employee whistle-blower “ as a female, who intercepted ‘ correspondences’ between Stonecipher and a woman executive that were of a romantic nature.” The board of directors ordered a comprehensive and immediate investigation of the facts surrounding the relationship, and the claims of the informant. 

The subquent investigation revealed that the relationship between Stonecipher and the woman executive was of a consensual nature and had begun in January 2005. According to Chairman Platt, any allegations that Stonecipher had influenced the women executive’s career and salary were untrue. Nevertheless, the board felt that it had to take action. Platt stated: “The Board concluded that the facts reflected poorly on Harry’s judgement and would impair his ability to lead the company .” Platt further stated in a conference call to reporters and analysts: “It is not the fact he was having an affair – this is not a violation of our Code of Conduct.” Platt emphasized that the relationship was not the only reason that the board asked fo Stonecipher’s resignation. (The Code of Conduct can be seen on Boeing’s web site. www.Boeing.com, under the heading Ethics, General Info & Images.) Platt stated, “Stonecipher  acknowledge the affair.” He was asked to resign so his pension and benefits would not be affected. Refusing to go into further details, Platt stated, “We think Harry’s entitled to some privacy concerning the details of the relationship.”

Sumber Gambar: http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/images/0510_boeing/10080615-1-eng-US/0510_Boeing_full_600.jpg
Ringkasan Kasus:
  Pada tanggal 25 Februari 2005, Chairman of the Board Lewis Platt menginvestigasi hubungan gelap antara Stonecipher dan eksekutif wanita. Sumber informasi mengenai hubungan gelap tersebut didapat dari whistle-blower “seorang wanita”. Akhirnya dewan komisaris segera melakukan penyelidikan komprehensif terhadap fakta-fakta di sekitar hubungan , dan pernyataan-pernyataan dari informan (whistle-blower).
Berdasarkan penyelidikan terungkap bahwa hubungan antara Stonecipher dengan eksekutif wanita bersifat konsensual dan telah dimulai pada bulan Januari 2005. Menurut ketua dewan komisari Platt, dakwaan bahwa Stonecipher telah mempengaruhi karir wanita dan gajinya adalah tidak benar. Namun demikian, dewan merasa perlu mengambil tindakan. Platt menyatakan: "Dewan menyimpulkan bahwa fakta-fakta buruk tercermin pada pertimbangan Harry dan akan mengganggu kemampuannya untuk memimpin perusahaan." Platt dalam konferensi pers menekankan bahwa hubungan itu bukan satu-satunya alasan bahwa dewan meminta Stonecipher pengunduran diri. Platt menyatakan, "Stonecipher mengakui hubungan tersebut." Dia minta untuk mengundurkan diri saja sehingga pensiun dan gajinya tidak akan terpengaruh. Menolak untuk masuk ke rincian lebih lanjut, Platt menyatakan, "Kami pikir Harry berhak untuk tidak membeberkan beberapa privasi rincian mengenai hubungan tersebut."

Permasalahan:
Apakah tindakan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris etis bagi Harry Stonecipher dan etis bagi perusahaan Boeing?

Pembahasan:
 Perusahaan Boeing pada tahun 2005 sedang menghadapi ethical dilemma yaitu situasi yang memaksa seseorang untuk memutuskan suatu tindakan, yang meskipun akan memberikan keuntungan secara personal dan/atau organisasional, tetapi keputusan tersebut dianggap tidak etis. Dimana Dewan Komisaris harus memutuskan pengunduran diri Harry Stonecipher karena hubungan gelapnya dengan seorang eksekutif wanita yang menurut mereka melanggar Code of Conduct Boeing yaitu karryawan tidak akan terlibat dalam perilaku atau aktivitas yang dapat menimbulkan pertanyaanas to the company's honesty, impartiality, reputation or otherwise cause embarrassment pada perusahaan mengenai kejujuran, ketidakberpihakan, reputasi atau hal-hal yang dapat menyebabkan malu to the company. perusahaan.
Pada saat Harry Stonecipher mempunyai hubungan khusus dengan salah satu eksekutif wanita yang ada di perusahaannya. Seharusnya Harry tidak melakukan hubungan dengan salah satu rekan kerjanya tersebut. Karena dapat mengganggu perfoma kerjanya. Menurut kelompok kami, pengunduran diri yang dilakukan oleh Harry Stonechiper merupakan perbuatan yang etis, karena bila tidak dipecat dapat mengganggu performa kerja dari Harry, serta menjadi contoh yang tidak baik bagi bawahannya.
Harry adalah seseorang yang sangat memegang teguh kode etik perusahaan dan dia menekankan kebijakan toleransi nol untuk semua pelanggaran etika tentu saja tidak membuat exception in the case of the chief executive. pengecualian dalam kasus kepala eksekutif. But where and when was it decidedDan akhirnya Harry memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap apa yang dia ucapkan dan tindakan yang telah dia lakukan.
Pengunduran diri Harry tidak etis bagi Harry sendiri karena Platt sebagai ketua dewan komisaris mempublikasikan secara terbuka kepada khalayak umum tentang skandal perselingkuhannya yang dapat menyebabkan privasinya menjadi konsumsi publik. Meskipun Platt tidak menjelaskan secara jelas tentang  skandal tersebut tetapi hanya menyangkal dakwaan-dakwaan tentang isi kenaikan gaji dan jabatan si eksekutif wanita. Skandal Harry ini tidak mempengaruhi secara langsung kinerja perusahaan. Hal inilah yang dianggap kurang adil bagi Harry karena setelah hampir kurang lebih 1,5 tahun lamanya dia berjuang membangkitkan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kenaikan saham sebesar 52%.
Pengunduran diri Harry etis bagi perusahaan Boeing karena hal itu sudah sesuai dengan kode etik perusahaan yang menjelaskan mengenai karyawan yang harus segera melaporkan setiap perilaku ilegal atau tidak etis kepada manajemen atau lainnya appropriate authorities (ie, Ethics, Law, Security, EEO). yang berwenang (yaitu: Etika, Hukum, Keamanan, EEO karena karyawan memiliki tanggung jawab untuk mengajukan pertanyaan, mencari bimbingan dan melaporkan dugaan violations of this Code of Conduct. pelanggaran terhadap Kode Etik ini.  Bagi perusahaan Boeing, menjunjung tinggi etika perusahaan adalah hal yang sangat penting. Apalagi sejak kasus skandal Philip Conduit, perusahaan Boeing terus menerus memperbaiki etika perusahaan. Maka ditunjuklah Harry sebagai CEO yang baru.
Pengunduran diri Harry yang diminta BOD masih termasuk dalam tindakan yang etis karena BOD tidak memecat Harry secara langsung karena masih menganggap Harry sebagai sosok pemimpin yang berjasa bagi Boeing. Jika Harry tidak dikeluarkan dari struktur perusahaan maka ditakutkan terjadinya kemunduran kinerja perusahaan sebagai akibat dari hubungan gelap tersebut. Pengunduran Harry dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi semua pihak di Boeing bahwa siapapun yang melanggar kode etik perusahaan akan mendapatkan hukuman tidak terkecuali CEO ataupun BOD sendiri.

Kesimpulan:
 Menurut kelompok kami, tindakan yang dilakukan oleh Boeing adalah etis karena hal itu sesuai dengan kode etik perusahaan. Suatu perusahaan memenuhi tanggung jawab etisnya apabila tindakan sukarela yang dilakukannya sesuai bukan hanya dengan apa yang diharapkan dari hukum tetapi juga dengan harapan moral dan nilai-nilai dalam masyarakat.
Terdapat kutipan klasik ”bisnis yang etis adalah bisnis yang baik”. Tindakan yang etis dari seorang manajer akan mempunyai dampak positif bagi orang lain di tempat kerja serta manfaat sosial bagi masyarakat. Dan ini tercemin dalam tindakan Boeing yang sangat berkomitmen untuk kepemimpinan yang etis untuk memulihkan reputasi mereka. Sehingga semua orang percaya bahwa Boeing akan mengambil tindakan yang tegas jika ada pelanggaran-pelanggaran kode etik.
 
REFERENSI

Ethics Booklet of Boeing

Modul Sejarah Pemikiran dan Praktik Manajemen, Dra Suhartini.

Schermerhorn, John R. Manajemen. Terjemahan. Parnawa Putranta, et al. New York: John Wiley & Sons (Asia) Pte. Ltd., 2003

Lublin, Joans and Scott Thurm. Managing How to Fire a CEO: More Bosses Are Getting the Boot, But It's Harder to Sack Them Without. Wall Street Journal Online 30 Oktober 2006.

Qomariyah, Nurul. Terlibat Skandal Seks CEO Boeing Dipecat. Detik Finance 08 Maret 2008. <http://www.detikfinance.com/read/2005/03/08/095117/312375/6/ceo-boeing-dipecat>

Boeing and the case of Harry Stonecipher. Australian Graduate Scholl Of Management, IP Business Ethics, 7 March, 2005.

Merle, Renae, Boeing CEO Resigns Over Affair With Subordinate, Washington Post, 8 March 2005.
http://www.washingtonpost.com/ac2/wp-dyn/A13173-005Mar7?language=printer

Boeing fires CEO over relationship. CNN 7 March 2005.
http://www.CNN.com/Boeing fires CEO over relationship - Mar 7, 2005.html

 Boeing, News Release, Chicago, March 7, 2005.


washingtonpost.com, Workplace Ethics: Inappropriate Relationships, interview with Dr Ken Siegel, 8 March 2005. 

http://www.washingtonpost.com/ac2/wp-dyn/A14690-005Mar7?language=printer

Tidak ada komentar: