Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Kamis, 18 Agustus 2011

"Capital Investment Decision part 1"

Investment Capital

Bagaimana memilih investasi modal, apa yang dilakukan?
Investasi dibagi dua:
  1. Investasi independent.
  2. Investasi mutually exclusive.

 Sumber Gambar

1.) Investasi Independent; keputusan manajemen untuk menerima atau melakukan proyek tersebut tidak mempengaruhi investasi proyek yang lain.

2.) Investasi Mutually Exclusive;
perlu diperhatikan oleh manajemen, manajemen dihadapkan pada berbagai plihan proyek, manajemen memiliki salah satu proyek akan mempengaruhi proyek yang lain.(saling berkaitan satu proyek dengan proyek yang lain)

Yang menjadi perhatian perusahaan adalah bagaimana menentukan investasi yang tepat, sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar daripada proyek-proyek yang lain.

Cara menghitung investasi yang tepat:
Dilihat dari reasonable return; cost dan cost opportunity yang dikeluarkan paling tidak kembali, lebih dari itu berarti keuntungan.

Cost Opportunity adalah (biaya kesempatan) yang hilang karena memilih salah satu pilihan proyek investasi.

Bagaimana perusahaan menentukan investasi atau tidak, ada beberapa cara (4 cara) kemudian diklasifikasikan menjadi dua:
1. Non Discounting
  • Payback Period (PBP)
  • Accounting Rate of Return (ARR)
2. Discounting
  • Net Present Value (NPV)
  • Internal Rate of Return (IRR)
Beda:
Non Discounting; tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang.
Discounting; memperhitungkan nilai waktu dari uang.

Oleh: Nisma Islami SE.

"Analisis CVP (Cost Volume Profit) part 2"

Analisis CVP untuk multi product segmenting

Cara perhitungannya adl sbb:
untuk perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu produk biasanya terdapat:
  • Direct fixed expense; pada saat memproduksi barang-barang produk, (bisa ditelusuri).
  • Common fixed expense; susah ditelusuri, susah menemukan cost volume profit product, tidak tahu untuk satu unit produk yang dihasilkan fixed expensenya berapa? untuk unit produk dua berapa? ex.: biaya administrasi, biaya utility dll

Contoh soal:
Whittier Company, menjual dua model mesin: Mulching Mower dijual dengan harga $400 dan Riding Mower dijual dengan harga $800. Departemen Pemasaran memutuskan bahwa 1200 Mulching Mower dan 800 Riding Mower dapat terjual pada tahun depan. Sales forecast:


Mulching Mowers
Riding Mowers
Total
Sales
$480,000
$640,000
$1,120,000
Less variable expenses
  390,000
  480,000
     870,000
Contribution margin
$  90,000
$160,000
$   250,000
Less direct fixed expenses
    30,000
    40,000
       70,000
Product Margin
$  60,000
$120,000
$   180,000
Less common fixed expenses


       26,250
            Operating income


$   153,750

BEP = FC / (P/U - VC/U)
note: FC yang dipakai hanya direct fixed expenses.

BEP untuk Mulching Mowers (MM) = $30,000 / $400-($390,000/1200 units)
                                                       = $30,000 / $400-$325
                                                       = $30,000 / $75
                                                       = 400 units

BEP untuk Riding Mowers (RM) = $40,000 / $800-($480,000/800 units)
                                                  = $40,000 / $800-$600
                                                  = $40,000 / $200
                                                  = 200 units

Sumber Gambar

Sales Mix (Bauran Penjualan)
Berapa kombinasi penjualan dua jenis barang yang dijual bersama-sama?
ex.: MM: 1200 units
      RM :  800 units
sehingga kombinasinya 3:2

Perusahaan bisa menjual dalam bersamaan 1200 units MM dan perusahaan juga bisa menjual secara bersamaan 800 units RM.

Artinya; setiap 3 units MM terdapat 2 units penjualan RM.
Sales mix = 3:2 (merupakan paket).
Satu paket tediri dari = 3 unit MM, 2 unit RM.

Menggunakan formula
BEP =   FC        
          CM/ PAKET

contoh:
P/U MM   = $400
VC/U RM = $800
VC MM    = $325
VC RM     = $600

Sehingga CM MM = $400-$325 = $75
               CM RM = $800-$600 = $200


Product
Unit Variable Price
Unit Contribution Margin
Sales Margin
Package Unit Contribution Mix
Margin
Mulching
$400
$325
$75
3
$225
Riding
800
600
200
2
$400
           
 $625

Sehingga CM/paket ditransplantasikan dalam bentuk paket; 3 MM dan 2 RM.

MM = 3 x $75   = $225
RM  = 2 x $200 = $400
        CM/paket  = $625

BEP = FC (direct fixed expenses + common fixed expenses)
                                          CM/paket
        = $70,000 + $26,250
                    625
        = 154 paket

artinya: minimal jumlah paket yang terjual pada satu periode = 154 paket. Satu paket terdiri dari 3MM dan 2RM.
Jumlah unit BEP MM = 3 x 154 units = 462 units.
Jumlah unit BEP RM = 2 x 154 units = 308 units.

by: Nisma Islami SE.

Jumat, 05 Agustus 2011

"Analisis CVP (Cost Volume Profit) part 1"

Volume: penjualan.
Profit   : laba yang dihasilkan.

Untuk apa belajar analisis CVP?
  1. Dengan CVP, manager bisa menentukan dalam periode penjualan, berapa unit minimal yang terjual sehingga target laba yang dicapai bisa diperoleh.
  2. Bagi manajer, manajer penjualan bisa menghitung berapa unit minimal yang terjual sehingga bagian penjualan break event point (impas, tidak laba/rugi) sehingga kos barang setidaknya tertutupi.
  3. Dengan CVP, perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis produk (multiple product segmenting).

Bagaimana CVP digunakan oleh manajemen penjualan untuk mencapai BEP?
BEP adalah kondisi dimana penjualan atau total revenue (TR = TC), peruasahaan tidak laba atau rugi.

Perusahaan perlu untuk mengetahui BEP supaya manajemen penjualan tahu berapa minimal produk yang dijual agar penjualan tidak rugi.

CVP menggambarkan dampak penggunaan fixed cost (FC) pada BEP.
CVP menggambarkan hubungan antara price dengan profit (laba).

Cara menggunakan CVP pada BEP:
Hubungan ke-3 komponen:
  • Cost ® biaya produk = FC + VC.
  • Volume ® jumlah unit terjual.
  • Profit ® target laba yang diharapkan .
Dalam menghitung CVP, karena untuk menghitung BEP, melihat dulu labanya.
Laba = pendapatan – biaya
TC    = (harga jual x  X(unit)) – ((VC) x X(unit) + (FC))

Contoh: harga per unit = $12
              Biaya per unit =
                        Biaya bahan baku             =  $1.9
                        Biaya TKL                       =    2.85             
                        Biaya variabel overhead    =    1.25
                        Biaya variabel penjualan    =    2.00
                        ditotal untuk menjadi VC
              Biaya tetap = $44,000
              Total biaya penjualan dan administrasi = $37,900

Jawab:
Pendapatan = biaya (VC +  FC)
12X             = 8X + $81,900
12X – 8X    = $81,900
4X               = $81,900
X                 = 20.475 unit

Maka jumlah unit yang harus terjual untuk mencapai BEP adalah 20.475 unit ® tidak laba, tapi setidaknya biaya tertutupi.

Berapa total penjualan untuk mencapai BEP?
Penjualan = $12 x 20.475 unit
                = $245,700

Cara menghitung BEP menggunakan Contribution Margin:

Jumlah unit BEP = total FC : margin kontribusi/unit
 
 



Margin kontribusi adalah selisih antara pendapatan dengan VC.
Dinamakan margin kontribusi karena menunjukkan kontribusi pendapatan dalam mengcover VC.

Margin kontribusi/unit = harga per unit – VC per unit
 
 


Contoh: Total Fixed Cost (FC) = $81,900
              Margin kontribusi per unit = $12 - $8 = $4

Jumlah unit pada BEP = $81,900 : $4 = 20,475 unit.

Kalau terdapat perhitungan tidak genap (pecahan atau decimal) pada BEP maka, contoh:
20.450,7 = 20.451
20.450,2 = 20.451
Karena BEP merupakan jumlah minimal jadi dibulatkan ke atas.

Oleh: Nisma Islami, SE.

Kamis, 28 Juli 2011

"Sekilas Tentang Toyota Way"

Tentang sejarah perusahaan Toyota yaitu Toyota didirikan pada tahun 1937 sebagai hasil spin off dari Toyoda Automatic Loom Works, salah satu manufaktur terkemuka di dunia untuk industri mesin rajut. Toyoda Automatic Loom Works dikepalai oleh Sakichi Toyoda “raja investor” Jepang. Hak patent untuk mesin ini kemudian dijual kepada Platt Brothers (UK) dan anggaran disediakan untuk pengembangan dan pengetesan bangunan pertama automobile Toyota.

Sejarah Pembentukan Budaya Organisasi 
    Terbentuknya budaya organisasi tidak bisa terpisah dari peran pendiri organisasi (dalam kasus Toyota peran pendiri oleh Sakichi Toyoda)
    Pendiri organisasi bertindak sebagai peletak dasar ideologi organisasi
    Disamping memiliki cita-cita, pada saat yang sama para pendiri juga meletakan landasan filosofi sebagai pedoman moral dan pedoman bertindak dalam menjalankan semua aktivitas dalam rangka meraih cita-cita.
        
Sejarah pembentukan budaya organisasi pada perusahaan Toyota dimulai pada tahun 1950. Pada tahun tersebut perusahaan mengalami pemogokan karyawan yang akhirnya menciptakan komitmen terhadap prinsip percaya satu sama lain dan ketergantungan dan lahirnya filosofi perusahaan – The Toyota Way –
                                                      
Dasar Budaya Perusahaan Toyota 
Dalam Bahasa Jepang ‘tsukuri’ (berarti membuat atau bertumbuh) juga mendeskripsikan bagaimana Toyota mendukung karyawan untuk menjadikan ide dan mentransformasikannya di dalam perusahaan guna menghadapi perubahan di dalam lingkungan bisnis. Penekanan dalam mengubah pengetahuan tacit perorangan menjadi milik perusahaan – senantiasa menekankan kepada hubungan antar manusia.

Budaya perusahaan Toyota atau lebih dikenal sebagai “Toyota Way”  diciptakan berdasar pada basis SDM dimana perusahaan mempercayai bahwa Toyota terdiri dari orang (‘Hito’ – dalam bahasa Jepang), dan membangun kemampuan manusia/ SDM (‘Hito-tsukuri’) melalui pelatihan, coaching dan mentoring sebagai tanggungjawab utama di dalam perusahaan. 

Toyota Way dibentuk oleh dua pilar utama dan pilar tersebut menciptakan lima nilai yang dapat menumbuhkan budaya perusahaan (corporate culture) yaitu:

         Pilar Pertama yaitu peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) yaitu memiliki  keinginan untuk terus meningkatkan bisnis melalui penciptaan ide-ide dan upaya yang terbaik untuk menghasilkan good products and services quality.yang direpresentasikan dalam tiga nilai yaitu challenge (tantangan) artinya membuat suatu keputusan manajemen dalam berbisnis berdasarkan filosofi jangka panjang, kaizen yaitu pembelajaran organisasi secara terus menerus dengan melihat masa depan, dan genchi genbutsu.yaitu melihat realita yang ada di depan mata agar lebih memahami situasi dengan benar.

         Pilar kedua,  adalah “respect for people” (rasa hormat terhadap orang lain) yang menekankan bahwa memiliki respect kepada sesama merupakan hal penting dalam bisnis karena kesuksesan dari sebuah bisnis diciptakan dari usaha individu dan teamwork yang baik. Respect for people menumbuhkan dua nilai yaitu respect dan teamwork. Dalam pemaparan tentang Toyota Way beliau pun menjelaskan “4P” model Toyota Way yang menjadi dasar dari Toyota Production System (TPS) yang dipraktikkan di pabrik-pabrik Toyota di seluruh dunia, yaitu Philosopy, Process, People/Partners dan Problem Solving.
 
14 Prinsip Toyota Way:
Prinsip 1: Dasarkan keputusan manajemen anda pada filosofi jangka panjang, bahkan bila harus  mengorbankan tujuan keuangan jangka pendek 
Prinsip 2: Buat alur proses yang kontinyu untuk mengangkat permasalahan ke permukaan.
Prinsip 3: Gunakan sistem "tarik" (pull) untuk menghindari produksi yang berlebihan.
Prinsip 4: Ratakan beban kerja (heijunka). (Bekerjalah seperti kura-kura, bukan seperti kelinci).
Prinsip 5: Bangun budaya agar berhenti untuk memperbaiki masalah, sehingga kualitas yang tepat diperoleh sejak pertama kali.
Prinsip 6: Tugas dan proses yang terstandar merupakan dasar untuk perbaikan secara terus-menerus dan pemberdayaan karyawan.
Prinsip 7: Gunakan pengendalian visual agar tidak ada masalah yang tersembunyi 
Prinsip 8: Gunakan hanya teknologi yang dapat dipercaya dan benar-benar teruji untuk melayani orang-orang dan proses.
Prinsip 9: Kembangkan pemimpin yang benar-benar memahami pekerjaannya, menjiwai filosofinya, dan mengajarkannya kepada orang lain.
Prinsip 10: Kembangkan orang-orang dan tim yang luar biasa, yang bersedia mengikuti filosofi perusahaan Anda.
Prinsip 11: Hormati jaringan mitra dan pemasok dengan cara terus menantang mereka dan membantu mereka memperbaiki diri.
Prinsip 12: Pergi dan melihat sendiri untuk dapat benar-benar memahami situasi (genchi genbutsu).
Prinsip 13: Ambil keputusan secara perlahan-lahan dengan konsensus, seksama dalam mempertimbangkan semua pilihan; mengimplementasikan keputusan dengan cepat (nemawashi).
Prinsip 14: Menjadi organisasi pembelajar melalui refleksi yang terus-menerus (hansei) dan perbaikan yang berkesinambungan (kaizen). 
KESIMPULAN :
Budaya perusahaan adalah soft side, sebagai pendukung hard side (struktural, sistem produksi, teknologi, dan desain) untuk memacu kualitas.

Dengan demikian, Toyota Way dapat dijadikan sebagai acuan dan sebuah pelajaran, visi serta inspirasi bagi sebuah perusahaan yang ingin berhasil dalam jangka panjang. 

Oleh: Nisma Islami, SE.